Posted by : Meiske Prasetya Ningrum Selasa, 09 April 2013


Stimulasi pada anak umur 3-6 bulan
A.  Kemampuan gerak kasar
*      Stimulasi perlu dilanjutkan
-       Berguling-guling
-       Menahan kepala tetap tegak
*      Menyangga berat
Angkat badan bayi melalui bawah ketiknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki mneyentuh meja, tempat tidur atau pangkuan anda. Coba agar bayi mau mengayunkan badanya dengan gerakan naik turun sertta menyangga sebagian berat badanya dengan kedua kaki bayi
*     
Mengembangkan control terhadap kepala
Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakan bayi pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangan bayi,tarik bayi perlahan-lahan ke arah anda hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat mengontrol kepalanya (kepala bayi tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini, tunggu sampai otot-otot leher bayi lebih kuat
*      Duduk
Bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukn di kurs dengan sandaran agar tidak jatuh kebelakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil ditanganya. Bila bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi, dudukan bayi di lantai yang beralaskan selimut tanpa sandaran atau penyangga.


B.   Kemampuan gerak halus
*      Stimuasi yang perlu dilanjutkan
-       Melihat, meraih dan menendang
-       Memperhatik benda yang bergerak
-       Meliat benda-benda kecil
-       Meraba dan merasakan  berbgai bentuk permukaan
*      Memegang benda dengan kuat
Letakan sebuah mainan kecil yangberbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi. Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi memegang benda dengan kuat.
*      Memegang benda dengan kedua tangan
Letakan sebuah benda atau mainan di tangan bayi dan perhatikan apakah ia memindahkan benda tersebut ke tangan lainya. Usahakan agar tangan bayi, kiri dan kanan, masing-masing memegang benda pada waktu yang sama. Mula-mula bayi dibantu, letakan mainan di satu tangan kemudian usahakan agar bayi mau mengambil mainan lainya dengan tangan yang paling sering digunakan.
*      Makan sendiri
Beri kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri, mula-mula berikan biskuitnya sehingga bayi bisa belajar makan biscuit.
*      Mengambil benda-benda kecil
Letakan benda kecil seperti remah-remah makanan atau potongan-potongan biscuit di hadapan bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut, Jika bayi telah mampu melakukan hal ini, jauhkan pil/obat dan benda kecil lainya dari jangkauan bayi
.
C.  Kemaampun bicara dan bahasa
*      Stimulasi yang perlu dilanjutkan
-       Berbicara
-       Menirukan suara-suara
-       Mengenali berbagai suara
*      Mencari sumber suara
Ajari bayi agar memalingkan mukanyake arah sumber suara. Mula-mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan-lahan kearah sumber suara atau bayi dibawa mendekati sumber suara.
*      Menirukan kata-kata
Ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukanya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata papa dan mama, walaupun ia belum mengerti artinya.

D.   Kemampuan bersosialisasi dan Kemndirian
*   Stimulsi bersosialisasi dan kemandirian
-         Memberi rasa aman dan kasih sayang
-         Mengajak bayi tersenyum
-         Mengamati
-         Mengayun
-         Menina-bobokka
*   Bermain Ciluk-ba
Pegang saputangan/kain atau Koran untuk menutupi wajah anda dari pandangan bayi. Singkirkan penutup tersebut dari hadapan bayi dan katakana “ciluk-ba” ketka bayi dapat melihat wajah anda kembali. Lakukan hal ini berulang kali. Yang penting, usahakan bayi tidak dapat melihat wajah anda untuk eberapa saat dan tiba-tiba wajah anda muncul kembali dengan gembira dan berseri-seri. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat tidurnya.
*   Melihat dirinya di kaca
Pada umur ini, bayi senang melihat dirinya di cermin. Bawalah bayi melihat dirinya di cermin yang tidak mudah pecah.
*   Berusaha meraih mainan
Letakan sebuah mainan sedikit diluar jangkauan bayi. Gerak-gerakan mainan itu didepan bayi sambil berbicara kepadaya agar  berusaha untuk mendapatkan mainan itu. Jangan terlalu lama membiarkan bayi terlalu lama berusaha meraih mainan tersebut agar tidakkecewa.














 Stimulasi pada anak umur 3-6 bulan
A.  Kemampuan gerak kasar
*      Stimulasi perlu dilanjutkan
-       Berguling-guling
-       Menahan kepala tetap tegak
*      Menyangga berat
Angkat badan bayi melalui bawah ketiknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki mneyentuh meja, tempat tidur atau pangkuan anda. Coba agar bayi mau mengayunkan badanya dengan gerakan naik turun sertta menyangga sebagian berat badanya dengan kedua kaki bayi
*      Mengembangkan control terhadap kepala
Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakan bayi pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangan bayi,tarik bayi perlahan-lahan ke arah anda hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat mengontrol kepalanya (kepala bayi tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini, tunggu sampai otot-otot leher bayi lebih kuat
*      Duduk
Bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukn di kurs dengan sandaran agar tidak jatuh kebelakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil ditanganya. Bila bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi, dudukan bayi di lantai yang beralaskan selimut tanpa sandaran atau penyangga.


B.   Kemampuan gerak halus
*      Stimuasi yang perlu dilanjutkan
-       Melihat, meraih dan menendang
-       Memperhatik benda yang bergerak
-       Meliat benda-benda kecil
-       Meraba dan merasakan  berbgai bentuk permukaan
*      Memegang benda dengan kuat
Letakan sebuah mainan kecil yangberbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi. Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi memegang benda dengan kuat.
*      Memegang benda dengan kedua tangan
Letakan sebuah benda atau mainan di tangan bayi dan perhatikan apakah ia memindahkan benda tersebut ke tangan lainya. Usahakan agar tangan bayi, kiri dan kanan, masing-masing memegang benda pada waktu yang sama. Mula-mula bayi dibantu, letakan mainan di satu tangan kemudian usahakan agar bayi mau mengambil mainan lainya dengan tangan yang paling sering digunakan.
*      Makan sendiri
Beri kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri, mula-mula berikan biskuitnya sehingga bayi bisa belajar makan biscuit.
*      Mengambil benda-benda kecil
Letakan benda kecil seperti remah-remah makanan atau potongan-potongan biscuit di hadapan bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut, Jika bayi telah mampu melakukan hal ini, jauhkan pil/obat dan benda kecil lainya dari jangkauan bayi
.
C.  Kemaampun bicara dan bahasa
*      Stimulasi yang perlu dilanjutkan
-       Berbicara
-       Menirukan suara-suara
-       Mengenali berbagai suara
*      Mencari sumber suara
Ajari bayi agar memalingkan mukanyake arah sumber suara. Mula-mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan-lahan kearah sumber suara atau bayi dibawa mendekati sumber suara.
*      Menirukan kata-kata
Ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukanya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata papa dan mama, walaupun ia belum mengerti artinya.

D.   Kemampuan bersosialisasi dan Kemndirian
*   Stimulsi bersosialisasi dan kemandirian
-         Memberi rasa aman dan kasih sayang
-         Mengajak bayi tersenyum
-         Mengamati
-         Mengayun
-         Menina-bobokka
*   Bermain Ciluk-ba
Pegang saputangan/kain atau Koran untuk menutupi wajah anda dari pandangan bayi. Singkirkan penutup tersebut dari hadapan bayi dan katakana “ciluk-ba” ketka bayi dapat melihat wajah anda kembali. Lakukan hal ini berulang kali. Yang penting, usahakan bayi tidak dapat melihat wajah anda untuk eberapa saat dan tiba-tiba wajah anda muncul kembali dengan gembira dan berseri-seri. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat tidurnya.
*   Melihat dirinya di kaca
Pada umur ini, bayi senang melihat dirinya di cermin. Bawalah bayi melihat dirinya di cermin yang tidak mudah pecah.
*   Berusaha meraih mainan
Letakan sebuah mainan sedikit diluar jangkauan bayi. Gerak-gerakan mainan itu didepan bayi sambil berbicara kepadaya agar  berusaha untuk mendapatkan mainan itu. Jangan terlalu lama membiarkan bayi terlalu lama berusaha meraih mainan tersebut agar tidakkecewa.















Popular Post

Blogger templates

Labels

- Copyright © THe Daily Walker -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -